Faktor Penghambat Ini Harus Diminimalisir Agar Penyandang Disabilitas Mampu Berkarya

Zaman globalisasi membawa perubahan yang sangat signifikan, terutama untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Teknologi mampu mengubah hampir seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya untuk golongan tertentu tetapi termasuk para penyandang disabilitas. Kita semua tahu bahwa penyandang disabilitas memiliki keterbatasan diri yang bersifat fisik, kognitif, mental, emosi, dan sensorik, serta pengembangan kombinasi dari keterbatasan tersebut. Dulu pikiran terhadap penyandang disabilitas masih sangat buruk. Banyak yang menganggap penyandang disabilitas tidak mampu melakukan apapun. Mereka disamakan dengan orang yang sakit, sehingga tidak diberi kesempatan berkarya meski kenyataannya mampu.

Namun seiring perkembangan zaman, pola pikir terhadap penyandang disabilitas semakin terbuka. Diskriminasi kepada mereka semakin kecil, hingga membuka kesempatan dalam merekrut anggota karyawan. Satu per satu perusahaan mulai memperhitungkan kemampuan penyandang disabilitas untuk kemajuan ekonomi. Lapangan pekerjaan mandiri pun mulai bermunculan, di mana pekerjanya mayoritas adalah penyandang disabilitas. Sayangnya, dalam pengembangan lapangan pekerjaan, terutama pada perusahaan tertentu, masih ada beberapa faktor penghalang yang masih harus dicari solusinya, di antaranya adalah :

– Akses yang terbatas
Penyandang disabilitas memiliki ruang gerak yang terbatas, sementara banyak kriteria perekrutan dengan mensyaratkan sehat jasmani dan rohani. Dengan syarat tersebut, secara tidak langsung menutup akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas, padahal mereka memiliki kemampuan di bidang lain.

– Fasilitas yang terbatas
Sebuah perusahaan yang mulai berani merekrut disabilitas sebaiknya memberikan fasilitas yang memadai. Contohnya adalah lift yang ramah disabilitas, atau eskalator yang memudahkan penyandang disabilitas lain untuk bergerak. Untuk memfasilitasi hal tersebut, perusahaan pasti akan mengeluarkan anggaran. Jika tidak mampu memenuhi kebutuhan itu, lebih baik tidak perlu menyerap tenaga penyandang disabilitas.

– Lingkungan yang kurang ramah disabilitas
Lingkungan kerja sangat memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Di Indonesia, masih ada orang-orang yang menganggap penyandang disabilitas adalah orang cacat yang tidak bisa bekerja. Upaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung sehingga kaum difabel tidak merasa terasing masih terus diusahakan. Sebab, ketika penyandang disabilitas merasa nyaman dengan lingkungannya, mereka akan bekerja dengan baik hingga menorehkan prestasi.